TKW Malaysia Disiksa Majikan, Gajinya Dipotong Selama 3 Tahun

  • Bagikan

Seorang TKW Malaysia menjadi korban penganiayaan dan kerja paksa oleh majikannya. Korban diselamatkan petugas dari otoritas terkait dalam operasi di Ayer Tawar, Perak pada Kamis pekan lalu.

Kementerian Sumber Daya Manusia Malaysia menyatakan, selain mengalami berbagai pelecehan dan kekerasan, gaji korban selama 3 tahun dipotong yang nilai totalnya sekitar 25.000 ringgit atau sekitar Rp 85 juta yakni dari 2018 dan 2021.

=== Banner iklan disini

Majikan/tersangka juga mengeksploitasi korban dengan mengancamnya karena dia bukan pekerja berdokumen (ilegal) dan seringkali memarahi jika ingin pulang ke negaranya. Disebutkan pula operasi penyelamatan PMI yang tak disebutkan identitasnya itu dilakukan atas kerja sama Departemen Tenaga Kerja (DTK), Satgas MAPO. dan kepolisian, menyusul laporan dan informasi dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur.

Adapun korban mengalami penganiayaan fisik yaitu ditendang di bagian wajahnya saat meminta sisa gajinya. TKW ini masuk ke Malaysia secara legal dengan izin kerja sebagai pembantu pada Juni 2003 melalui agen. Setelah dia mendapatkan pekerjaan, gajinya dipotong 350 ringgit per bulan selama 4 bulan untuk membayar agen.

Korban tidak mengetahui hal ini karena menyerahkan semuanya kepada agen dan tidak ada kontrak tertulis mengenai proses kerja, termasuk pembayaran kepada agen. Namun izin kerja resmi perempuan itu berakhir pada Juni 2020 dan tidak diperpanjang. Oleh karena itu, dia diklasifikasikan sebagai pekerja paksa dan tanpa bayaran.

Hasil penyelidikan mengungkap majikan melanggar Undang-Undang Anti Perdagangan Manusia dan Anti Penyelundupan Migran (ATIPSOM) Tahun 2007. Saat ini korban ditempatkan di Shelter Zona Pusat, Damansara setelah mendapat Perintah Perlindungan Sementara (IPO) oleh Pengadilan Sri Manjung pada hari yang sama saat diselamatkan.

Operasi ini dengan jelas menunjukkan bahwa negara tidak akan pernah berkompromi dengan kerja paksa, terlepas dari kewarganegaraan pekerjaan. Majikan tak ditahan, namun Kementerian Sumber Daya Manusia berharap pelaku segera diadili.

Darnichn.

  • Bagikan
==