TIWA Unjuk Rasa di Depan Gedung Parlemen Tuntut Pemerintah Taiwan Kembalikan Status Pekerja Migran Ilegal Menjadi Legal

  • Whatsapp

SUARABMI.COM – Asosiasi Pekerja Internasional Taiwan atau Taiwan International Workers’ Association (TIWA) dan organisasi lainnya hari ini, Rabu 4 Maret 2020 mengadakan aksi unjuk rasa di depan gedung parlemen Eksekutif Yuan meminta pemerintah mamasukkan pekerja migran undokumen ke dalam jaringan pencegahan epidemi untuk kesehatan mereka.

Dalam aksi protes tersebut TIWA berteriak bahwa tenaga yang paling penting untuk pencegahan epidemi adalah jutaan pekerja migran di Taiwan, apakah pemerintah tidak perlu peduli dengan kesehatan mereka.

Bacaan Lainnya

Selain itu, TIWA juga meminta kepada pemerintah untuk mengatasi hak-hak pekerja migran yang tidak berdokumen, memberikan status hukum atau melegalkan mereka selama melakukan tugas, dan memasukkan pekerja migran dalam jaringan pencegahan epidemi.

Sebagaimana dikutip United Daily News, (4/3/2020), salah satu anggota TIWA Xu Wei-dong (許惟棟) mengatakan, berapa banyak pekerja migran tidak berdokumen atau ilegal yang bekerja di rumah sakit, itu berarti berapa banyak pasien yang dirawat.

Xu Wei-dong menegaskan bahwa sistem hukum saat ini hanya akan menyudutkan pekerja migran illegal maupun majikan illegal.

“Pada saat penyebaran epidemi seperti sekarang ini, seharusnya didasarkan pada prinsip-prinsip [tidak adanya penggusuran, tidak ada hukuman dan mengembalikan status menjadi legal], sehingga mereka tidak perlu lagi bersembunyi dalam kegelapan, “ ungkapnya.

Sementara itu, peneliti TIWA Chen Xiu-lian(陳秀蓮), mengatakan bahwa adanya pekerja migran kasus ke-32 yang di diagnosis epidemi baru-baru ini telah memicu opini publik. Chen Xiu-lian mendesak pemerintah agar segera melonggarkan kriteria bagi pekerja migran tidak berdokumen untuk bisa mengajukan kembali statusnya menjadi legal sesuai standar, dan membantu mereka melengkapi dengan memberikan pengetahuan yang benar tentang pendidikan kesehatan.

Selain itu, juga memasukkan mereka ke dalam jaringan pencegahan epidemi, seperti halnya untuk mendapatkan masker, sesuai peraturan mereka tidak bisa, karena tidak mempunyai tanda pengenal, tetapi mereka adalah orang pertama yang dekat dengan pasien atau sumber penyakit.

Penulis: Hani TW
Editor: Redaksi



Pos terkait