Tegas, Sidak PJTKI yang Calon TKWnya Kabur Dari Lantai 4 Kemarin, Kepala BP2MI Menemukan Fakta Mencengangkan, Ancam Akan Menutup PJTKI Tersebut Karena Hal ini

  • Bagikan

Benny juga mengklarifikasi tentang adanya satu calon pekerja migran yang meninggal dunia sekitar Lebaran lalu. Tetapi seluruh buruh migran mengaku tidak mengetahui dan pihak perusahaan mengatakan meninggal di rumah sakit.

“Dulu ada yang meninggal, tadi katanya meninggal di rumah sakit. Oke katanya meninggal di rumah sakit, tapi kenapa ada upaya menutupi-nutupi, tadi mereka kompak CPM yang lain mengaku tidak tahu. Tidak mungkin, tamannya sakit sampai meninggal tidak diketahui yang lain. Berarti ada apa kita serahkan ke Kepolisian,” urainya.

Benny meyakini ada alasan di balik peristiwa lima orang melompat dan melarikan diri sehingga perlu ditindak lanjuti secara hukum oleh pihak yang berwenang, dalam hal ini kepolisian.

=== Banner iklan disini

“Saya meyakini tidak mungkin jika tidak ada sebab yang mendorong mereka terpaksa. Tidak ada orang gila yang berani lompat dari gedung dengan ketinggian 15 meter dengan risiko mati, risiko celaka, cacat fisik, jika tidak ada sesuatu yang mendorong terpaksa. Kejadian ini kali ketiganya,” urainya.

Benny menegaskan, tidak boleh terjadi perlakuan sewenang-wenang kepada siapapun, termasuk kepada buruh migran yang notabene sebagai pejuang bangsa dan pahlawan devisa. Benny pasang badan dengan berpijak kepada undang-undang.

“Kita akan lihat proses hukum Polresta, saya garansi jika temuan-temuan Polresta menguatkan akan kita tutup perusahaan ini. Nggak ada ampun, nggak ada kompromi, nggak ada negosiasi, nggak ada tawar menawar,” tegasnya.

Benny meminta untuk calon pekerja migran yang sudah mendapat job untuk diberangkatkan terlebih dahulu. Sementara waktu menghentikan rekrutmen hingga selesai proses hukum.

Lima orang calon pekerja migran kabur dari bangunan setinggi 15 meter. Akibatnya kejadian tersebut, tiga orang mengalami patah tulang dan harus mendapat perawatan rumah sakit. Korban mengaku mendapatkan perlakuan buruk hingga berusaha kabur dari perusahaan.

Benny juga menjenguk tiga korban yang tengah dirawat di rumah sakit Wafa Husada Kepanjen. Usai dari rumah sakit, juga menemui Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simamarta.

  • Bagikan
==