Taiwan Umumkan Satu Orang Taiwan Meninggal Karena Virus Corona, Padahal Ia Diketahui Tak Pernah pergi ke China

  • Whatsapp

Pusat Komando Epidemik Taiwan (CECC) hari ini (16 Feb) mengumumkan 2 kasus baru infeksi coronavirus COVID-19 yang pertama kali terjadi di dalam komunitas Taiwan, dimana salah seorang diantaranya, seorang pria berumur 61 tahun meninggal. Pria ini tidak memiliki sejarah bepergian ke luar negeri ataupun mengadakan kontak dengan mereka yang sebelumnya terinfeksi. Hal ini menyebabkan dirinya menjadi korban pertama infeksi dalam komunitas Taiwan.

Sebelumnya, pada tanggal 27 Januari ia mulai batuk dan baru terkonfirmasi setelah kematiannya terjadi. Pasien lainnya merupakan orang yang satu rumah dengannya.

Bacaan Lainnya

Dilansir dari CNA, dalam konferensi pers hari ini, Kepala CECC sekaligus Menteri Kesehatan Chen Shi-zhong (陳時中) menyatakan bahwa 2 kasus domestik dalam komunitas ini membuat jumlah pasien kasus COVID-19 bertambah menjadi 20 kasus. Seorang pria yang berasal dari area tengah Taiwan, berumur 61 menjadi korban pertama kasus COVID-19 yang meninggal di Taiwan. Ia tidak memiliki sejarah bepergian ke luar negeri, tapi memiliki riwayat penyakit Hepatitis B dan diabetes. Ia juga tidak diketahui pernah melakukan kontak dengan para pasien yang sudah terkonfirmasi.

Pria tersebut mengalami gejala batuk pada tanggal 27 Januari lalu dan kemudian masuk rumah sakit pada tanggal 3 Februari. Di hari yang sama pria tersebut mengalami sesak napas dan didiagnosis dengan pneumonia. Ia pun segera dipindahkan ke ruang UGD dengan tekanan negatif, namun pada tanggal 15 Februari kemarin nyawanya tidak tertolong akibat komplikasi. Pihak keluarga pun telah setuju untuk melakukan kremasi sesuai dengan regulasi keselamatan dalam penyakit infeksi, sementara specimen terkait akan diperiksa lebih lanjut.

Chen Shi-zhong mengatakan bahwa dalam kasus ini tidak ada riwayat perjalanan ke luar negeri, membuatnya mempertimbangkan kasus-kasus domestik yang juga terjadi di Singapura, dimana 50% di antara mereka juga tidak memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri, membuatnya merasa mungkin ada kelalaian dalam inspeksi sehingga pada tanggal 7 Februari pihak terkait pun mulai menyelidikinya.

Berdasarkan hasil investigasi, pria tersebut merupakan sopir wisata pelat putih. Para pelanggannya umumnya adalah orang Tiongkok, Hong Kong, dan Makau. Terkait dengan hal tersebut, seluruh kontak terkait dengan sopir tersebut pun sedang didalami, termasuk informasi asuransi kesehatan dan medis yang ada, untuk kegiatan monitoring. Diharapkan seluruh informasi terkait ini didapatkan dengan segera untuk mencari tahu sumber infeksi utama dan mencegah infeksi komunitas dalam negeri secara lebih lanjut.

Chen Shi-zhong pun mengatakan, bahwa terkait dengan data epidemik, pasien ini mengadakan kegiatan makan bersama dengan 10 anggota keluarganya pada tanggal 27 Januari lalu serta 10 kerabat lainnya dan telah melakukan kontak dengan 60 orang lain, termasuk dokter dan perawat, kemudian di UGD 7 orang. Seluruhnya akan dites, dan kini telah ada 1 anggota keluarga serumah yang positif terinfeksi virus tersebut, pria berumur 50 tahun. Pria ini terkonfirmasi setelah diperiksa kemarin dan tidak memiliki gejala, namun telah dimasukkan ke dalam ruang khusus isolasi.

Total ada 79 orang yang akan diperiksa, 73 diantaranya telah selesai melakukan tes terkait (7 diantaranya memiliki gejala), 60 orang lainnya negatif, dan 1 orang positif sebagai kasus ke-20.

CECC sendiri sejak tanggal 12 Februari telah meminta seluruh institusi medis dan kedokteran untuk melaporkan kasus-kasus terkait influenza, khususnya tes terkait dan jika ada flu yang menyebabkan komplikasi. Sejak tanggal 31 Januari, telah dilakukan beberapa tes, dimana 113 pemeriksaan telah selesai dilakukan hingga tanggal 15 Februari dan hasilnya hanya ada 1 yang positif terinfeksi COVID-19.

Chen Shi-zhong pun mengatakan, saat ini sebaiknya terus menjaga kesehatan dan kebersihan pribadi, termasuk menggunakan masker kesehatan, kurangi kontak pribadi dengan orang lain, dan sering-sering mencuci tangan dengan sabun. Anda diharapkan tetap waspada, tapi jangan sampai panik.

nihaoindonesia



Pos terkait