Satu Keluarga di Desa Sumberejo Kademangan Blitar Kompak Bunnuh Diiri, Hanya Anak Pertama yang Bekerja di Luar Negeri yang Selamat

  • Whatsapp

Peristiwa mengejutkan terjadi pada hari Jumat tanggal 29 Januari 2021 pukul 10.00 wib telah terjadi bunuh diri satu keluarga dengan cara gan-tung di-ri dan minum ra-cun di rumahnya sendiri di Dsn. Sumbertuk RT.01 RW.03 Desa. Sumberejo Kecamatan Kademangan.Kabupaten Blitar.

Suyani laki – laki seorang petani berusia 66 tahun di duga kuat meninggal karena gan-tung di-ri dan penyebab meninggalnya anak perempuannya, Nanda Finza Fransisca usia 21 tahun dan anak bungsunya Samuel Ardyan Pradana yang masih Pelajar diduga Minum ra-cun.

Bacaan Lainnya

=== Banner iklan disini

“Nurhayah 20 tahun tetangga korban menerima telpon dari Henoh, anak pertama dari bapak suyani (korban) yang saat ini bekerja di Timor Leste agar mengecek keluarganya.

Pada Pukul 10.40 wib, Nurhayah langsung mengecek kerumah dan menemukan Suyani dan 2 anaknya (satu Laki-laki dan anak perempuannya) keadaan sudah meninggal dunia dengan kondisi Suyani tergantung dan 2 orang anaknya tergelak di kamar.” terang Nurhayah tetangga korban.

Kemudian, Nurhayah minta tolong tetangga untuk melaporkan ke perangkat desa dan dilanjutkan ke Pihak Polsek Lobar Kecamatan Kademangan.

Selanjutnya pada pukul 10.56 wib, Pihak Polsek Lobar Kecamatan Kademangan datang ke tempat kejadian perkara (TKP) langsung melaksanakan penyelidikan dan memasang garis polisi.

Pukul. 12.15 wib, Kapolres Blitar beserta Tim Inafis Polres tiba di (TKP) langsung melaksanakan pengecekan.

Kapolres Blitar, AKBP leonard M Sinambela mengatakan petugas dari kepolisian masih harus melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab meninggalnya Nanda dan Samuel. 

“Kita adakan olah TKP (tempat kejadian perkara).sambil menunggu hasil otopsi ketiga jenazah dan dari pihak petugas kepolisian masih mengumpulkan keterangan dari saksi – saksi yang ada, selama kegiatan berjalan dengan tertib, aman dan lancar.” jelasnya. 

Ditanya apakah bisa disimpulkan kedua anaknya meninggal dibunuh oleh ayahnya sendiri, AKBP Leonard mengaku belum sejauh itu, tapi dari analisa dan dugaan seperti itu memang ada. “Untuk lebih jelasnya setelah otopsi dan mendalami olah TKP, baru bisa menarik kesimpulan,” pungkasnya.

Dari keterangan tetangga, korban Suyani selama ini hanya hidup bertiga dengan 2 anaknya. Karena isterinya sudah lama meninggal, kesehariannya Suyani hidup dari hasil bertani. Suyani beberapa tahun terakhir, mengeluhkan sakit yang tidak kunjung sembuh.



Pos terkait