Pemerintah Taiwan Akan Berikan Hadiah NT$20.000 Bagi Siapa Saja yang Melaporkan Pekerja Ilegal/ Kaburan yang Overstay

  • Whatsapp

Pemerintah Taiwan akan menawarkan hadiah hingga NT$ 20.000 bagi siapa saja yang memiliki informasi valid mengenai keberadaan warga negara asing/pekerja asing yang berstatus overstay.

Dalam konferensi pers yang digelar pada hari Kamis (04/06/2020), Kementerian Dalam Negeri (MOI) Taiwan mengatakan bahwa pihaknya telah meluncurkan program baru untuk mengajak warga masyarakat aktif memberantas keberadaan pekerja migran ilegal atau warga asing yang masih berada di Taiwan meski masa berlaku visa tinggal mereka telah kadaluarsa.

Bacaan Lainnya

MOI Taiwan mengatakan bahwa program baru ini akan segera diluncurkan secara resmi dimana individu yang memberikan informasi yang mengarah pada penangkapan 1 orang overstayer akan diberikan hadiah uang tunai sebesar NT$ 2.000.

Sedangkan untuk informasi yang mengarah pada penangkapan 4 hingga 6 orang overstayers akan diberikan hadiah sebesar NT$ 5.000.

Imbalannya bagi seorang informan MOI Taiwan akan naik menjadi NT$ 10.000 untuk penangkapan 7 hingga 9 overstayers di negeri Formosa.

Sementara imbalan tertinggi yaitu sebesar NT$ 20.000 akan diberikan bagi siapa saja yang melaporkan hingga 10 atau lebih warga negara asing yang telah melampaui masa berlaku visa tinggal mereka namun masih berada atau bekerja secara ilegal di Taiwan, ungkap pihak MOI Taiwan.

[ads1]

Namun, MOI mengatakan bahwa majikan, pengusaha bisnis, agensi tenaga kerja yang bekerja dengan warga negara asing yang tinggal di luar negeri tidak akan memenuhi syarat untuk mendapatkan hadiah ini, kata MOI Taiwan.

Sementara itu, Kementerian Dalam Negeri Taiwan juga akan menawarkan hadiah sebesar NT$ 1.000 bagi siapa saja yang melaporkan informasi akurat tentang iklan perjodohan lintas batas yang diposting oleh agensi ilegal.

Hingga kini hanya sekitar 32 asosiasi yang disetujui pemerintah di Taiwan yang diizinkan untuk memberikan layanan seperti itu di negeri Formosa. Namun akhir-akhir ini kian marak agensi ilegal yang mulai melakukan bisnis serupa, menurut Kementerian Dalam Negeri Taiwan.

[ads2]

Sebelumnya Kementerian Dalam Negeri Taiwan telah membuat pengumuman mengenai program amnesti tiga bulan bagi warga negara asing yang telah melampaui masa berlaku visa tinggal mereka yang akan berakhir pada bulan ini.

Dalam program amnesti tersebut, WNA overstayers hanya akna membayar denda yang lebih kecil jika mereka melapor ke otoritas imigrasi selama tenggang waktu yang diberikan.

Bagi anda yang mengetahui akan keberadaan WNA overstayers atau pekerja migran ilegal yang bersembunyi di Taiwan sebaiknya segera melaporkan hal ini atau membujuk rekan anda untuk segera menyerahkan diri agar tidak tersandung hukuman yang lebih serius.

sumber: NewTalk, CNANews, Rti di translate oleh Indogo



Pos terkait