Pak Benny, Kepala BP2MI Girang Karena Program Menjadi PMI Gratis Berhasil Disepakati Oleh PJTKI Seluruh Indonesia, Berikut Hal Hal yang Digratiskan

  • Whatsapp

Program pembebasan biaya menjadi TKI atau PMI yang digaungkan kepala BP2MI, Benny Ramdhani mendapat angin segar, pasalnya kemarin ia telah mendapatkan kesepakatan dengan P3MI atau dulu disebut PJTKI.

“Alhamdulillah, Rapat dengan 30 P3MI terkait sosialisasi Rencana Pelaksanaan Lounching Pemberlakuan secara Efektif Peraturan Badan Tentang Pembebasan Biaya Penempatan dilakukan secara Virtual. Ke 30 P3MI yang diundang menghadiri Rapat adalah Perusahaan-perusahaan yang selama ini telah memberlakukan Pembebasan Biaya Penempatan ke negara-negara penempatan tertentu.” Tulis Benny dalam akun facebooknya.

Bacaan Lainnya
=== Banner iklan disini

Menurutnya, pembukaan pembebasan biaya penempatan ini akan efektif dilakukan mulai akhir bulan Juli 2021 ini dimana semua pembiayaan tak lagi ditanggung calon PMI.

“Insya Allah lounching Pembebasan Biaya Penempatan akan dilaksanakan pada akhir bulan Juli 2021. Inilah era dimana PMII yang akan bekerja di negara tertentu yang masih membebankan biaya penempatan kepada PMI harus dibebaskan dan dimerdekakan dari kebiasaan harus menjual harta kekayaan keluarga atau meminjam uang ke rentenir untuk modal agar dapat bekerja bekerja.

Dimulai biaya untuk pengurusan SKCK, Pasport, Visa, Biaya Pelatihan(Akomodasi, Instruktur, makan minum), Medical Kesehatan, Sertufikasi Kompetensi, Transportasi Lokal hingga Ticket Keberangkatan ke negara Tujuan/ penempatan.” Ujarnya.

Menurutnya, pembiayaan diatas tidak lagi diambil dari kantong PMI melainkan dari KUR BNI yang akan menanggung semua pembiayaan tersebut yang nantinya akan dibayar dengan cicilan bunga rendah.

“Negara Hadir, melalui skema KUR BNI menyiapkan dana untuk modal bekerja bagi PMI dalam membiayaai semua komponen biaya yang selama ini menjadi beban PMI.

Selain dengan bungan yang sangat rendah, PMI diberi akses untuk meminjam langsung ke Bank. Tidak seperti jaman dulu yang menggunakan sistem chaneling dan Lingkage, dimana PMI.dihalangi untuk meminjam langsung ke Bank.

Sistem Chaneling dan lingkage akhirnya memberi jalan pihak ketiga yang bisa meminjam langsung ke Bank atas nama KUR untuk PMI dengan bunga 6%. Dan resikonya, ketika dipinjamkan ke PMI, bunganya membengkak menjadi 25 s d 30%.” Tulisnya.

Ia berjanji akan mulai melaksanakan hal ini akhir bulan ini. “Insya Allah, Lounching Pembebasan Biaya Penempatan khusus untuk 10 Sektor Pekerjaan yang rentan Eksploitasi, di akhir Bulan ini akan segera dilaksanakan.” Janjinya.

Sementara dulu ia pernah berjanji akan mundur jika program ini tak berhasil ia laksanakan.