Organisasi Masyarakat Taiwan Menyerukan ‘PENGAMPUNAN/ AMNESTY’ Untuk Para Pekerja Ilegal/ Kaburan Demi Mencegah Penyebaran Virus, Mereka yang Kaburan Diharapkan Bisa Menjadi Resmi atau Pulang Biaya Murah

  • Whatsapp

Organisasi Pekerja Global (GWO) mendesak pemerintah pada hari Kamis (27/2) untuk memberikan pengampunan khusus kepada pekerja migran tidak berdokumen di Taiwan, sebagai bagian dari upaya negara untuk menahan penyebaran coronavirus COVID-19 dan mengisi kembali tenaga kerjanya.

Seruan itu datang setelah pengasuh wanita tidak berdokumen dari Indonesia dikonfirmasi pada hari sebelumnya sebagai pasien ke-32 di Taiwan yang suspect coronavirus.

Bacaan Lainnya

“Pekerja migran ilegal sangat mungkin menjadi celah di jaringan pencegahan virus Taiwan,” Karen Hsu (徐瑞希), sekretaris jenderal GWO, mengatakan kepada CNA. “Bahkan jika mereka tahu mereka terinfeksi penyakit ini, mereka akan takut untuk periksa atau meminta bantuan, karena mereka tidak ingin dideportasi.”

Dia menyarankan agar pemerintah Taiwan memberikan amnesti kepada sekitar 50.000 pekerja migran ilegal di negara itu, pada saat kekurangan tenaga kerja yang parah di tengah wabah COVID-19.

“Hanya dengan mendaftarkan para pekerja migran tidak berdokumen itu pemerintah dapat secara efektif menahan penyebaran virus, karena banyak dari mereka cenderung sering berkumpul – kumpul di waktu luang mereka,” kata Hsu.

Hsu juga mendesak otoritas pemerintah untuk membantu memastikan bahwa pekerja migran, termasuk pekerja rumah tangga dan pekerja pabrik, memperoleh informasi tentang praktik higienis untuk mengurangi risiko penularan virus.

Juga penting bahwa pengusaha Taiwan menyediakan masker untuk pengasuh asing mereka yang diharuskan bekerja di rumah sakit dan pekerja pabrik, untuk membantu mencegah penyebaran COVID-19, yang tidak menunjukkan tanda-tanda mereda, kata Hsu.

Baca; Kabar Baik, Amnesty TKI Tak Berdokumen (Kaburan) Taiwan Hanya Bayar NT$1000 Bila Ingin Pulang Kampung, Kapan Mulai? Tunggu Saja

________
focustaiwan



Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *