Majikan positif virus corona, seorang PMI Hongkong masuk karantina

  • Whatsapp

Seorang PMI (Pekerja Migran Indonesia) masuk karantina Pemerintah Hong Kong setelah majikannya positif terinfeksi virus corona. Meski masuk karantina, hingga Senin, 10/2/2020, menurut KJRI, PMI tersebut tidak menunjukkan gejala-gejala terinfeksi virus corona.

“WNI itu masuk karantina karena melakukan kontak secara langsung dengan orang yang positif terinfeksi virus Corona. WNI itu BELUM POSITIF terinfeksi virus Corona dan tidak menunjukan gejala sakit (asymptomatic) namun terus dipantau kondisinya oleh petugas kesehatan,” tulis Konsul Fungsi Konsular dan Protokoler KJRI Hong Kong, Erwin Muhammad Akbar, menjawab pertanyaan SUARA, Senin, 10/2/2020.

Menurut Erwin, KJRI Hong Kong secara resmi menerima pemberitahuan dari Center for Health Protection (CHP) Hong Kong mengenai karantina PMI tersebut pada Rabu, 5/2/2020. Namun menurutnya, pihak CHP tidak memberitahukan identitas WNI tersebut kepada KJRI Hong Kong.

Bacaan Lainnya

Pihak CHP sendiri pada Kamis, 6/2/2020 mengumumkan bahwa mereka menginvestigasi 3 kasus dugaan infeksi corona lainnya. Salah satu kasus tersebut adalah seorang wanita Hong Kong yang kembali dari Dongguan, China Daratan pada 17 Januari 2020, lalu mengunjungi Jepang bersama suaminya dari 28 Januari 2020 hingga 1 Februari 2020 dan kembali Hong Kong pada 2 Februari 2020.

Wanita ini bersama suaminya kembali ke rumah mereka di Villa Esplanada, Tsing Yi pada 2 Februari 2020 dan mulai merasakan gejala-gejala demam serta batuk-batuk. Dia lantas menelepon nomor hotline CHP.

CHP lantas mengkarantina semua anggota keluarga di rumah wanita tersebut termasuk kedua mertua dan pekerja rumah tangga asingnya, sekalipun mereka tidak menunjukkan gejala yang sama.

Konsul Erwin menyatakan apabila dalam 14 hari kemudian hasil tes PMI tersebut adalah negatif, maka dia akan dikeluarkan dari karantina. Erwin juga meminta semua WNI di Hong Kong untuk tetap tenang dan menghindari menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya. (suaraHK)



Pos terkait