Larang PRT Migran Keluar Rumah di Hari Libur Adalah Tindakan Diksriminatif Walaupun Alasannya Virus Corona

  • Whatsapp

Jaringan Buruh Migran Indonesia di Hong Kong (JBMI HK) dan Badan Koordinasi Migran Asia (AMCB) sebut imbauan agar Pekerja Rumah Tangga (PRT) Migran tetap tinggal di rumah di hari libur adalah imbauan yang tidak adil dan diksriminatif dan tidak akan menyelesaikan masalah wabah virus Corona, Sabtu (1/2/2020).

Melalui siaran media, JBMI HK dan AMCB mempertanyakan sekaligus mengkritisi imbauan Departemen Tenaga Kerja Hong Kong (LD) yang meminta PRT Migran tetap tinggal di rumah pada hari libur mereka dengan alasan untuk menjaga kesehatan dan mengurangi risiko penyebaran Virus Corona.

Bacaan Lainnya

Dalam dua siaran media yang berbeda, JBMI dan AMCB sama-sama menganggap imbauan LD tersebut selain tidak masuk akal juga tidak adil dan diskriminatif terhadap PRT migran.

“Meskipun PRT migran diiimbau untuk tidak ke luar rumah pada hari liburnya, jika anggota keluarga majikan tetap bisa ke luar rumah, maka mereka yang ke luar rumah kemungkinan masih bisa terjangkit virus Corona. Seperti halnya kondisi yang menimpa PRT Migran Filipina yang saat ini sedang dikarantina karena saudara majikan yang baru datang dari Wuhan terinfeksi virus Corona,” kutipan siaran media JBMI, Jumat (31/1/2020).

JBMI menilai imbauan LD tidak akan produktif bagi kinerja PRT migran yang 6 hari penuh bekerja dengan 10-14 jam per hari. Hari libur adalah satu-satunya waktu DI mana PRT migran bisa beristirahat.

“Jika tidak bisa libur, maka sama artinya dengan tidak beristirahat. Kondisi ini hanya akan menambah tingkat lelah dan stress yang justru membuat PRT migran jatuh sakit,” tulis JBMI.



Pos terkait