Jumlah Tenaga Kerja Asing di Malaysia Akan Dibatasi Tidak Lebih dari 15 Persen

  • Bagikan

Jumlah pekerja asing dalam angkatan kerja di Malaysia dalam jangka panjang akan dibatasi tidak lebih dari 15 persen. Hal tersebut dikatakan Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Ismail Sabri Yaakob ketika memaparkan Malaysia Plan ke-12 (RMK-12) di Dewan Rakyat, Senin (27/9/2021).

Perdana Menteri Ismail Sabri mengatakan penegakan hukum terhadap pekerja asing akan diperkuat untuk mendukung kebijakan ini.

=== Banner iklan disini

Ia mengatakan, pandemi COVID-19 telah mempengaruhi beberapa sektor ekonomi yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap tenaga kerja asing, terutama sektor konstruksi dan perkebunan akibat pembekuan perekrutan tenaga kerja asing.

“Untuk mengatasi masalah ini, industri perlu meningkatkan penggunaan otomatisasi dan mekanisasi dalam proses produksinya,” ujar PM Ismail Sabri sebagaimana dilansir media lokal, Berita Harian, Senin (27/9).

Ismail Sabri menambahkan bahwa Pemerintah Malaysia juga akan memastikan bahwa lebih banyak pekerjaan berketerampilan tinggi diciptakan untuk rakyat Malaysia melalui implementasi beberapa inisiatif, termasuk menarik lebih banyak investasi teknologi tinggi baru.

Pemerintah Malaysia juga akan terus mendorong industri untuk beralih ke otomatisasi dan mekanisasi; membatasi masuknya tenaga kerja asing berketerampilan rendah dan memperkuat kerjasama antara industri dan akademisi.

Rencana Strategis Pemasaran Pascasarjana 2021-2025 diperkenalkan untuk mengatasi masalah ketidaksesuaian di pasar tenaga kerja.

Selain itu, Rencana Strategis Penciptaan Lapangan Kerja 2021-2023 akan diperkenalkan untuk memungkinkan negara menyediakan tenaga kerja yang tangguh dan sangat terampil yang dibutuhkan oleh industri.

“Penerapan kedua rencana ini akan memastikan bahwa warga Malaysia mendapat manfaat dari penciptaan lapangan kerja baru,” katanya. (rozi_EM).

  • Bagikan
==