Imlek Bagi TKI dan Pamer Angpao Gaji ke -13 di Media Sosial atau Gigit Jari – Jangan Pamerkan Angpaomu, Aku Jadi Tak Semangat Kerja Lagi

  • Whatsapp

Imlek bagi sebagian orang dikalangan TKI adalah berkah tersendiri yang akan mendatangkan kebahagiaan walaupun sebelumnya harus bekerja ekxtra keras tak seperti biasanya. Namun rasa capek itu akan hilang saat ia mendapat kebahagiaan dari majikannya berupa angpao.

Bagi BMI yang bekerja kepada warga China, gaji ke-13 mungkin bisa menjadi angin segar disela-sela kesibukan dengan aktifitas harian.

Bacaan Lainnya

=== Banner iklan disini

Hari Raya Imlek merupakan moment dimana warga yang merayakannya bagi-bagi anpao (red-hungpao) kepada kerabat dan bahkan kepada pembantunya atau pegawainya.

Mulai dari kemarin, di media sosial TKI sudah banyak sekali yang mulai mengunggah foto angpao yang mereka dapat dari majikannya, namun sayangnya tak semua TKI mendapatkan angpao itu.

Nilai angpao yang bereda dari nilai ratusan hingga satu kali gaji pun dipamerkan hingga hal ini membuat mereka yang tak mendapatkannnya harus gigit jari dan kerja makin capek.

Jangan terlalu berharap ya. Karena gaji ke-13 BMI ini bersifat sukarela dimana kalau kamu mendapat majikan baik ya dapat namun jika majikanmu termasuk yang super dupel pelit, mendingan jangan berharap deh, daripada kecewa.

Nah, bagi kamu yang dapat, syukurin aja gak usah melihat nilainya berapa dan jangan diupload di media sosial. Masih banyak kok BMI yang tidak mendapat sama sekali, jangan pameri mereka dengan angpaomu.

Seperti yang diceritakan oleh salah seorang BMI di Hong Kong, dan berikut adalah isi curhatannya. ‘Hari raya China pasti cece-cece banyak dapat ampao. Bersyukurlah cece-cece yang mendapat ampao atau hadiah dari majikan. Aku yang kerja keras sampai jam 2 malam, tiap hari jalan kaki minim 8 sampai 10 kilo belanja, kerumah nenek dan anterin makan kesekolah anak, ngelap kapal yang ada dilaut. Majikanku mau crismast mau lebaran China sedikitpun gak ngasih ampao, makan siang aja aku cari sendiri. Ce…semangat ya ce jangan mudah putus asa dan mengeluh, karena rejeki sudah ada yang ngatur’. Tulis Sri menceritakan dirinya serta menyemangati yang senasib dengannya.



Pos terkait