Hong Kong Ancam Masukkan Daftar Hitam Majikan yang Tidak Menyediakan Tempat Karantina untuk PRT Migran

  • Whatsapp

Pihak berwenang Hong Kong mengumumkan pada hari Sabtu (21/3) bahwa majikan yang gagal menyediakan fasilitas karantina sendiri atau tempat tinggal bagi Pekerja Rumah Tangga (PRT) Migran mereka, berisiko masuk daftar Hitam atau tidak akan pernah diijinkan lagi untuk mengambil PRT Migran di masa depan, Minggu (22/3/2020).

Dalam sebuah konferensi pers, Sekretaris Perburuhan Chi-kwong menekankan Hong Kong “seharusnya tidak dan tidak akan menyediakan” tempat karantina bagi PRT Migran di tengah wabah Covid-19.

Bacaan Lainnya

“Jika majikan tidak mengizinkan pekerja mereka menjalani karantina di rumah atau menyediakan tempat akomodasi, maka tidak ada pilihan selain memulangkan pekerja,” kata Law.

Tidak ada tawar-menawar, peraturan sudah menetapkan bahwa agen tenaga kerja dan perantara mereka akan menghadapi sanksi jika mereka gagal untuk bertindak sesuai prosedur yang berlaku.

Menanganggapi pernyataan pemerintah, Konsul Jenderal Filipina untuk Hong Kong Raly Tejada mengatakan majikan dan agen harus bertanggung jawab.

“Perlu dimintai pertanggungjawaban karena mereka bertanggung jawab atas akomodasi pekerja. Daftar Hitam tentu saja merupakan pilihan bagi mereka yang tidak akan memenuhi tanggung jawab dasar ini,” kata Tejada seperti dikutip ABS-CBN News.

“Ini adalah opsi ketika ada pelanggaran kontrak, terutama dengan agen atau majikan yang bersalah. Saya senang bahwa Pemerintah HK memahami gawatnya situasi ini,” imbuh Tejada .

Pihak berwenang Hong Kong mengatakan rata-rata 550 orang PRT Migran tiba di wilayahnya setiap hari, 100 di antaranya berada di bawah kontrak baru. Pemerintah juga memperkirakan sekitar 7.700 pekerja rumah tangga akan tiba di Hong Kong dalam waktu 14 hari.

Pihak berwenang telah menerapkan langkah-langkah pelonggaran pembatasan visa pekerja sementara mereka mencari pekerjaan di wilayahnya. Ini juga memperpanjang kontrak kerja mereka di tengah meningkatnya pembatasan perjalanan internasional di tempat lain.

Hong Kong sebelumnya memberlakukan karantina rumah wajib untuk semua pendatang yang memasuki Hong Kong, kecuali dari Tiongkok, Makau dan Taiwan, untuk menghindari tekanan sistem kesehatannya dengan masuknya pasien yang terjangkit virus.

Siapa pun yang dinyatakan bersalah melanggar pembatasan perjalanan akan didenda maksimal hingga HK$ 25.000, dan menghadapi 6 bulan penjara.

Sejak karantina wajib diberlakukan, UU melaporkan bahwa setidaknya dua PRT Migran dikirim ke pusat-pusat isolasi karena tidak ada prosedur reguler yang dapat dilakukan untuk mereka. Pengaturan sekarang sedang dibuat untuk mengirimkannya ke karantina rumah.

Hong Kong memiliki 273 kasus koronavirus yang dikonfirmasi, termasuk 5 orang Pekerja Migran dan 4 orang korban yang meninggal.

migranpos



Pos terkait