Eti BT Sarwin Taripan, TKW Asal Indramayu Mengalami Pendarahan Pada Saraf Otak, Kondisi Masih Kritis di ICU

  • Whatsapp

SUARABMI.NET – Eti BT Sarwin Taripan, TKW Asal Indramyu Mengalami Pendarahan Pada Saraf Otak, Kondisi Masih Kritis di ICU. Pihak keluarga : Agensi sempat meminta biaya pemulangan sebesar NTD 147.000 dan menawarkan mendonorkan anggota tubuh Eti ke pihak rumah sakit untuk membantu biaya perobatan yang telah dikeluarkan dan memenuhi kebutuhan keluarga di kampung.

Miris sekali nasib TKW kelahiran 1982 asal Indramayu yang baru datang 7 bulan lalu ke Taiwan untuk mencari nafkah ini. Eti datang dengan mengunakan visa kerja PRT merawat seorang nenek.

Bacaan Lainnya

Eti dilarikan ke rumah sakit Daerah Taipei Ba de rd sec 2, Kamis malam (2/1) kemarin oleh majikan beserta agensinya. Eti tiba di rumah sakit dalam keadaan yang sudah tidak sadarkan diri, dan kondisi tekanan darah Eti sudah sangat lemah saat itu, berkisar 70/60 mmHg.

Pengakuan anggota keluarga Eti (kakak kandung) saat di tanyakan oleh admin, Eti pernah mengabari suaminya beberapa bulan lalu bahwa dia sempat jatuh saat membopong nenek yang dijaganya di kamar mandi.

Eti Juga kerap sering mengeluhkan kondisinya yang sering sakit kepala dan sakit-sakitan ini kepada pihak agensi namun tidak mendapat respon yang positif.

Beberapa hari berada di ruangan ICU, Pihak keluarga sering melakukan komunikasi dengan pihak agensi dan rumah sakit.

Pihak keluarga sangat kecewa sekali terhadap pihak agensi yang sempat meminta mereka untuk memikirkan biaya pemulangan jika Eti tidak dapat diselamatkan lagi, sebesar NTD 147.000. Tidak hanya itu saja, Agensi juga sering sekali menawarkan pendonoran anggota tubuh Eti, Dengan iming-iming jika pendonoran disetujui, Maka pihak anggota keluarga Eti tidak perlu pusing biaya pemulangan dan akan mendapatkan sedikit biaya lebihan yang dapat dikirimkan ke Indonesia untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari kedepannya. Namun hal ini di tolak mentah-mentah oleh pihak keluarga “Kami umat Muslim, Anggota tubuh harus utuh apapun yang terjadi kedepannya” Tegasnya.

Suster yang merawat Eti menjelaskan menurut hasil diagnosis dari hasil rontgen, Saraf pada pembuluh darah otak Eti mengalami luka hingga pecah, Namun tidak ada tanda-tanda adanya benturan diarea kepala. Kondisi Eti sudah sangat susah di selamatkan karena tekanan darah Eti tidak mengalami penguatan. Dan untuk pendonoran anggota tubuh, Suster Rumah sakit juga menjelaskan memang pernah menawarkan hal ini, Namun tidak ada unsur pemaksaan. Sampai sekarang tanggungan biaya rumah sakit, dan biaya pemulangan masih simpang siur.

Penulis : Faisal Soh – Yurong.tw



Pos terkait