Diguncang Gempa 6,3 SR, Peserta MTQ Berhamburan, BPBD Ingatkan Potensi Gempa Besar

  • Whatsapp

Gempa bumi berkekuatan 6,9 SR yang kemudian direvisi menjadi 6.3 SR terjadi pada pukul 08:44 WIB pagi ini (17/11/2020) dengan titik pusat gempa di perairan Mentawai Sumetara Barat.

Guncangan gempa tersebut dirasakan disebagian besar wilayah Sumatera Barat, hingga membuat gelaran acara Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ yang sedang berlangsung di Kota Padang, pesertanya berhamburan.

Bacaan Lainnya

Mengutip Republika, sejumlah peserta dan panitia MTQ pun sempat berhamburan keluar Masjid Raya Sumatra Barat untuk mencari tempat aman.

Meski demikian, kekhawatiran segera reda karena gempa hanya terasa selama beberapa detik. Perlombaan MTQ cabang tilawah dewasa di Masjid Raya Sumbar tetap berlangsung.

MTQ ke-28 sudah memasuki hari ketiga penyelenggaraannya. MTQ di Sumatra Barat akan berlangsung sampai Sabtu (21/11). Panitia lomba berharap situasi di Padang dan sekitarnya tetap aman agar MTQ berjalan sukses dan hikmat.

“Semoga tidak ada lagi gempa,” ucap salah seorang panitia.

Meski getaran dirasa cukup kuat di beberapa wilayah di Sumatra Barat, lindu itu tidak menimbulkan kerusakan bangunan maupun korban jiwa. Gempa juga dipastikan tidak berpotensi tsunami.

Mengutip Viva.co.ci, Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono menjelaskan, jika memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa itu merupakan jenis gempa dangkal yang terjadi akibat aktivitas penyesaran di Investigator Fracture Zone (IFZ) dekat dengan batas tumbukan lempeng.

Lindu dirasa sebagian warga di beberapa wilayah di Sumatera Barat, di antaranya, Kota Padang, Painan, Sipora, Solok, Padang Panjang, Bukittinggi, Pariaman, Pasaman, Kerinci, Payakumbuh, Solok Selatan, dan Kota Padang.

Bahkan getaran juga dirasa hingga wilayah Kepahiang Bengkulu dan Kerinci Jambi. Meski demikian, hingga kini belum ada laporan kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi itu.

“Hasil monitoring BMKG, hingga kini belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan atau aftershock. Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Selain itu, juga diimbau agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa,” kata Rahmat.

Waspadai Gempa Besar

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Daerah BPBD Sumatera Barat, Rumainur, mengajak masyarakat Sumatera Barat untuk mewaspadai potensi gempa-gempa susulan dan gempa besar seperti yang pernah diprediksi oleh para ahli.

Berdasarkan keterangan para ahli dan pakar kegempaan, kata Rumainur, wilayah Sumatera Barat memiliki potensi gempa bumi besar dengan magnitudo 8,9 yang berasal dari patahan megathrust Mentawai. Jika itu terjadi, maka berpotensi memicu gelombang tsunami.

Prediksi para ahli dan pakar itu sudah dituliskan dalam dokumen Rencana kontijensin gempa dan tsunami sebagai acuan untuk mengantisipasi dan menekan dampak dan risiko.

“Dokumen kontijensi itu terus kita review. Untuk mematangkan kembali dalam penanggulangan bencana gempa dan tsunami. Kita tidak tahu kapan itu terjadi. Yang jelas, Sumbar memiliki potensi gempa dan tsunami. Itu yang kita antisipasi terus,” ujar Rumainur.

Meski prediksi kekuatan gempa yang maha dasyat dengan gelombang tsunami mencapai enam hingga 10 meter yang tiba di garis pantai Padang sekitar 20 sampai 30 menit dan bisa menyapu kota Padang dengan jarak dua hingga lima kilometer itu, secara garis besar Sumatera Barat sudah siap.

Berbagai persiapan yang dilakukan selama ini dengan mengadakan pelatihan mitigasi bencana dengan skenario gempa besar dan tsunami. Selain itu, berbagai fasilitas penunjang lainnya juga sudah dipersiapkan. Sudah banyak shelter tsunami yang dibangun, tempat evakuasi sementara hingga rambu penunjuk arah tempat aman. 



Editor: bejolanwaspodo

Pos terkait