Bekerja di Pabrik Peternakan Ayam Tak Pakai Masker, 200san Pekerja Ilegal Taiwan Dalam Perhatian Serius

  • Whatsapp

SUARABMI – Status Taiwan yang menetapkan darurat tinggi penyebaran virus corona meningkat secara global dan pekerja ilegal adalah salah satu etnis yang rentan akan terkena virus ini namun mereka adalah kelompok yang paling takut untuk memeriksakan diri dirumah sakit.

Yang menjadi perhatian besar masyarakat diantaranya dirumah jagal di Taiwan utara dimana disana setiap hari ada 700san pekerja yang berkumpul dimana 200san orang diantaranya adalah pekerja tak berdokumen.

Bacaan Lainnya

Keberadaan mereka sempat di foto masyarakat karena mereka tidak memakai masker dan dimuat beberapa media di Taiwan, kekuatiran penyebaran diantara mereka sangat riskan apalagi para majikan mereka tidak menyediakan masker.

Menurut informasi yang disiarkan oleh Yahoo Taiwan, dirumah jagal tersebut banyak pria dan wanita tak berdokumen bekerja dimana mereka berasal dari Vietnam dan Indonesia.

Rumah jagal ini mulai bekerja disaat masyarakat mulai tidur dimulai pukul 9 malam untuk pemindahan ayam dan bebek dan mulai disembelih pukul 12 malam.

Setiap malam ada sekitar 500san pedagang datang kesini untuk mengambil ayam dan bebek untuk dijual lagi dibebagai tmpat seperti toko dan pasar.

Menurut statistik terbaru, saat ini ada sekitar 48.545 pekerja ilegal dimana mayoritas mereka bekerja di peternakan dan pertanian. Para ahli khawatir mereka akan menjadi ladang penyebaran virus di Taiwan dan pemerintah gagal melindungi mereka dari penyebaran virus.

Sebagai tanggapan dari kasus ini, pemerintah diminta menyediakan masker untuk para pekerja tak berdokumen ini karena keberadaan mereka sangat membantu peternak dan petani di Taiwan.

Berita ini tayang di https://tw.news.yahoo.com/



Pos terkait