Ada Harapan Pekerja Migran Indonesia (PMI) Masuk ke Taiwan Terlebih Dulu Karena Alasan Ini

  • Bagikan

Kemarin (1/11/2021) Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) Taiwan, Shu Ming-chun mengatakan, terkait rencana pembukaan masuknya kembali pekerja migran sudah dikirim ke CECC untuk mendapatkan persetujuan, dan sebelum akhir November sudah dibuka kembali.

Namun, kemenaker berharap semakin awal dibuka semakin bagus untuk mengatasi masalah kekurangan pekerja migran yang sudah sangat parah.

=== Banner iklan disini

Shu Ming-chun mengatakan, empat negara yang hingga saat ini sebagai sumber utama pekerja migran di Taiwan adalah Indonesia, Thailand, Vietnam dan Filipina.

Menurutnya, untuk saat ini hanya Indonesia yang sudah bisa mempertahankan kasus baru terkonfirmasi Covid-19 perharinya sekitar 1000 orang, sementara tiga negara lainnya masih memiliki puluhan ribu kasus baru perharinya.

Untuk menjaga situasi epidemi di Taiwan supaya tetap stabil, terkait proyek dibukanya kembali masuknya pekerja migran kali ini harus dilakukan langkah-langkah pencegahan yang lebih ketat lagi untuk menghindari adanya celah penyebaran Covid-19.

Yang termasuk dalam proyek perencanaan selain pekerja migran sektor industri, sektor kesejahteraan sosial (perawat pasien) juga masuk di dalamnya, tinggal menunggu persetujuan dari CECC.

Setelah itu, langkah selanjutnya adalah menghubungi negara asal pekerja migran untuk membahas status persiapan tindakan pencegahan epidemi.

Sebuah sumber yang tidak disebutkan namanya menjelaskan, keputusaannya akan diambil dalam pertemuan antar kementerian yang akan diadakan paling cepat minggu ini.

Menurut sumber tersebut, masing-masing sektor baik industri maupun PRT mempunyai permintaan, namun berapa jumlah pastinya pekerja migran yang dapat didatangkan tergantung pada tingkat tindakan karantina di negara asal dan kapasitas yang disediakan di Pusat karantina terpadu di Taiwan. Kemudian akan dijadikan bahan pertimbangan akhir untuk mengetahui jumlah pekerja migran yang bisa didatangkan.

  • Bagikan
==