Bawa Turun Jatah Makanan dari Pesawat, Pekerja Migran Asal Filipina Dikenakan Denda NTD 30.000

  • Whatsapp

Seorang pekerja migran asal Filipina, Cacal bulan Mei tahun lalu ketahuan pihak bea cukai bandara Kaohsiung, Taiwan membawa makanan nasi ayam serta buah jatah di pesawat yang tidak dimakan di dalam kopernya dan dikenakan denda NTD 30.000.

Hal tersebut merupakan pelanggaran peraturan bea cukai tentang pencegahan dan pengendalian penyakit menular pada hewan yang seharusnya di Karantina dan harus mengisi formulir pengajuan. Sesuai hukum di Taiwan bagi yang melanggar akan dikenakan denda NTD 30.000.

Read More

Menurut pihak bea cukai bandara, apabila Cacal berjalan di jalur merah  dan mengisi formulir tentang barang bawaan, kemungkinan ia akan lolos dan tidak akan dikenakan denda. Akan tetapi Cacal berjalan melewati jalur hijau (bebas pengajuan bea cukai) akhirnya ia justru ketahuan.

Dilansir Liberty Times Net (12/5/2020), Cacal mengatakan, ia merasa tidak enak badan ketika di pesawat. Rencananya makanan tersebut akan di makan ketika turun dari pesawat sebelum keluar dari bandara.

Tidak disangka sebelumnya, petugas pemeriksaan bea cukai mengetahuinya dan ia pun tidak bisa mengelaknya, sehingga selain di denda ia juga tidak punya kesempatan untuk makan makanan yang dibawanya itu.

Sementara itu, pihak kejaksaan tidak percaya dengan pernyataan Cacal di atas. Menurutnya, Cacal bekerja di Taiwan sudah sepuluh tahun lebih, dan sudah berkali-kali keluar masuk Taiwan serta pandai berbahasa Inggris.

Tidak mungkin ia tidak mengetahui adanya peraturan tentang bea cukai yang disebarkan di mana-mana. Seperti produk ayam dan produk nabati secara hukum wajib mengajukan karantina.

Akibatnya, CACAL gagal mengajukan pembelaan untuk naik banding sebelumnya, akan tetapi untuk keputusan kasus kali ini masih ada kesempatan mengajukan banding lagi. (haniTW)

Related posts