TKI yang Menolak Isolasi Mandiri di Tulungagung Akan Dipaksa

  • Whatsapp

SUARABMI.COM – Sejumlah Pemerintah Desa (Pemdes) di kabupaten Tulungagung telah menyiapkan ruang isolasi untuk tenaga migran yang pulang dari luar negeri atau TKI (Tenaga Kerja Indonesia).

Sebab meski ada himbauan untuk tidak mudik, diperkirakan banyak tenaga migran yang mengabaikan himbauan itu.

Read More

“Inisiatif dari Pemdes sangat bagus, artinya mereka lebih tanggap dengan kemungkinan yang akan terjadi,” ujar Ketua Satgas Penanggulangan Covid-19 Tulungagung, Sukaji, Selasa (14/4/2020).

Sebelumnya Pemkab Tulungagung melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga telah menyiapkan 47 gedung SD untuk isolasi.

[ads1]

Penggunaan gedung SD ini jika nantinya tempat isolasi yang sudah disiapkan, seperti dua Rusunawa IAIN, Dinas Tenaga Kerja dan Dinas Ketahanan Pangan sudah tidak mencukupi.

Namun ternyata Pemdes bersiap memfungsikan isolasi di gedung SD ini lebih awal.

“Tidak masalah jika difungsikan sejak awal, terserah kebijakan masing-masing Pemdes. Semua demi kebaikan bersama,” sambung Sukaji.

Lanjutnya, pada pekerja migran ini berpotensi menularkan virus corona.

Karena itu, kewajiban isolasi mandiri di rumah juga berpotensi menularkan ke anggota keluarga.

Pilihan untuk memisahkan tempat isolasi dari keluarga dianggap lebih aman, dan meminimalisasi potensi penularan.

[ads2]

“Syukur-syukur jika pekerja migrannya punya kesadaran, mau mengisolasi diri di tempat ini selama 14 hari ke depan,” ujar Sukaji.

Laki-laki yang juga menjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tulungagung ini berharap, warga menjadi pengawas para pekerja migran yang pulang kampung.

Mereka harus benar-benar melakukan isolasi selama 14 hari masa inkubasi.

Karena itu jika menemukan pekerja migran yang nakal mengabaikan kewajiban isolasi mandiri, Sukaji berharap warga melaporkannya.

“Pelaporan bisa ke Pemdes, bisa lewat Camat, bisa juga lewat Babinsa dan Babinkamtibmas di masing-masing desa,” paparnya.

Para pekerja migran yang mengabaikan kewajiban isolasi mandiri akan dilakukan upaya paksa.

Mereka akan dibawa ke tempat isolasi dan diwajibkan tinggal di sana sampai masa inkubasi terlewati.

Dengan cara ini diharapkan ledakan kepulangan tenaga kerja migran dari luar negeri tidak menjadi ancaman penularan virus corona.

[ads3]

Ditanya soal dana operasional isolasi di desa, Sukaji menegaskan, Pemdes bisa menggunakan Dana Desa.

Jika dana tersebut masih tidak mencukupi, Pemkab akan membantu lewat APBD.

“Selama di tempat isolasi, pekerja migran ini akan diawasi petugas medis dari Dinas Kesehatan. Setiap hari kesehatannya akan dipantau,” pungkas Sukaji.

Kabupaten Tulungagung adalah salah satu penyirim tenaga migran terbesar asal Jawa Timur.

Tercatat ada sekitar 27.000 warga Tulungagung yang bekerja ke berbagai negara, seperti Malaysia, Taiwan, Hongkong dan Korea Selatan.

Diperkirakan akan ada gelombang kepulangan para pekerja migran ini, menjelan Ramadhan dan Idul Fitri.

tribunnews

Related posts