Pengiriman TKI Distop, Calon Pekerja Migran di Penampungan Dipulangkan Semua

  • Whatsapp

Para pekerja migran yang sedianya akan diberangkatkan ke masing-masing negara penempatan, terpaksa harus dipulangkan. Sembari menunggu situasi global akibat penyebaran Covid-19 memulih. Disalah satu penampungan, sekaligus tempat pelaksanaan pelatihan luar negeri di Desa Lelede, Kabupaten Lombok Barat, saat ini ada puluhan calon pekerja migran sedang mengikuti pelatihan bahasa Arab, bahasa Inggris, dan pelatihan keterampilan.

Sesuai jenis pekerjaan yang akan dilakukan di negara tujuan penempatannya. Rencananya puluhan pekerja migran dari kabupaten di Pulau Lombok ini akan diberangkatkan ke Timur Tengah dalam waktu dekat ini. Hanya tinggal menunggu paspor untuk pemberangkatannya. “Kita masih menunggu surat dari pusat untuk penghentian pengiriman, dan perekrutan. Kegiatan berkumpul juga dikurangi,” kata Ketua Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (Apjati) Provini NTB, H. Muhammadun.

Read More

Kamis, 19 Maret 2020, ia memberikan permakluman kepada puluhan calon pekerja migrant, di Balai Latihan Kerja Luar Negeri (BLK-LN) “Lombok Mandiri”, seluruhnya perempuan. H. Muhammadun memberikan semangat, kondisi global saat ini yang mengharuskan seluruh aktivitas yang melibatkan banyak orang ditiadakan. Sementara waktu, seluruhnya akan dikembalikan kepada keluarganya masing-masing.

Calon pekerja migran ini juga diberikan pilihan untuk tetap tinggal. Karena dipahami, beban psikologis bagi mereka yang harus kembali ke keluarganya. Rekrutmen calon pekerja migran untuk seluruh negara penempatan, Timur Tengah, maupun Asia Pasifik sementara ini tidak boleh dilaksanakan. Pengiriman calon pekerja migran ke Arab Saudi dengan sistem satu kanal juga dihentikan. “Aktvitas sudah tidak boleh lagi. Kalaupun kita mau proses di Indonesia, di negara tujuan tidak boleh masuk. semua harus memakluminya. Kalau sudah situasi aman, kita jemput lagi untuk diberangkatkan,” pesan Owner PT. Tekad Jaya Abadi ini.

Tidak ada pilihan bagi PPTKIS untuk tidak memulangkan sementara para calon pekerja migran. Harapannya, agar situasi secepatnya membaik. Agar para calon pekerja migran yang sudah dipastikan siap ini dapat diberangkatkan. Menjadi pekerja migran menurutnya sangat membantu, tidak saja ekonomi keluarga. Daerah juga akan sangat terbantu dengan banyaknya remitansi (kiriman uang) dari pekerja migrant Indonesia di luar negeri.

“SDM kita juga terbantu. Dari tadinya tidak tau apa-apa menjadi paham. Dari yang tadinya tidak tau keadaan dunia luar, menjadi paham. Kita bersyukur juga, perhatian pemerintah daerah terhadap buruh migran juga sangat besar,” katanya.

Karena itu, pintanya, daerah juga dapat melakukan pemberdayaan kepada eks buruh migran yang telah kembali ke tanah air membawa modal.

Meraka dapat diberikan pelatihan. Baik menjahit, membatik, atau berwirausaha sesuai kecocokannya. “Agar mereka tidak terus-terusan menjadi buruh migran. Pulang, pergi, pulang, pergi. Mereka bisa menguatkan ekonomi daerah. Asal pemberdayaannya dilakukan secara massif,” demikian H. Muhammadun.

suaraNTB

Related posts