Demi gaji 30 Juta Sebulan, Warga Jateng Ngotot Jadi TKI ke Korsel Walau Ada Virus Corona

  • Whatsapp

Puluhan ribu pencari kerja menyerbu bursa kerja ke Korea Selatan meski wabah virus corona tengah melanda negeri tersebut. Serbuan tersebut terlihat di rekrutmen Skill & Competency Test Program G to G Korea Selatan yang digelar Balai Pelayanan, Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Jawa Tengah, Selasa (3/3) kemarin.

Sejak tahapan awal proses rekrutmen, pendaftaran online hingga pengembalian formulir, tercatat 17 ribu pencari kerja yang mendaftar. Rata-rata usia mereka berkisar antara 22 tahun hingga 40 tahun.

Read More

Bidang pekerjaan yang ditawarkan beragam, dari manufaktur, mebel hingga perikanan. Hampir keseluruhan para pencari kerja ini tak menggubris wabah Corona yang tengah melanda Korea Selatan.

Tawaran gaji tinggi senilai 20 sampai 30 juta rupiah per bulan menjadi daya pikat utama bekerja di Korea Selatan ketimbang virus corona.

“Tahu sih di Korea Selatan juga lagi Corona. Tapi biarlah, ini kesempatan kan, kerja disana gajinya tinggi, 20 sampai 30 juta per bulan. Soal corona, kami antisipasi sebisa mungkin dengan pola hidup bersih”, kata Amar, salah satu pencari kerja asal Cilacap Jawa Tengah.

Hal sama juga dikatakan Dewi, pencari kerja asal Kota Semarang.

“Orang tua mengijinkan. Maka sayanya hati-hati juga. Takut ya takut, tapi kan ini karena kerjaan”, ujar Dewi.

Kepala BP3TKI Jawa Tengah AB Rahman menyatakan Jawa Tengah adalah provinsi di urutan pertama sebagai yang paling banyak mengirim TKI ke Korea Selatan. Terkait Corona, sampai detik ini, tidak ada TKI yang bekerja di Korea yang minta dipulangkan.

“Tadinya saya berpikirnya juga pasti sepi peminat. Tapi malah padat begini jumlahnya, mungkin karena tawaran gaji tinggi, jadi isu Corona tak diperhatikan. TKI yang sudah di Korea, juga tidak ada yang minta dipulangkan karena takut Corona”, kata Rahman.

Di sisi lain, pihak BP3TKI juga sangat selektif dalam proses rekrutmen. Khusus terkait Corona, ada beberapa tahapan tes kesehatan yang harus dilalui dan yang terakhir adalah pemeriksaan sebelum berangkat.

“Karena Corona, tes kesehatan kita tingkatkan. Akan ada beberapa tahapan dan terakhir pemeriksaan sebelum berangkat”, tambah Rahman.

Virus corona tengah mewabah di China dan beberapa negara di penjuru dunia, termasuk Korea Selatan. Sampai dengan Rabu (4/3) ini, virus sudah membunuh 3.162 orang. Dari jumlah tersebut, 28 kematian di antaranya terjadi di Korea Selatan.

[adm/cnnind]

Related posts