Kiriman TKI Ponorogo Capai 1,7 Triliun Setahun Tapi Banyak yang Gugat Cerai, Anggota DPRD Ponorogo Ngelus Dada dan Panggil Kades dan Camat Seluruh Ponorogo

  • Whatsapp

Tingginya angka perceraian di Ponorogo yang cukup tinggi, membuat kalangan wakil rakyat yang duduk di gedung Alon-alon Timur, ngelus dada.

Karena itu, anggota DPRD Rabu (19/02/2020), melakukan rapat gabungan untuk mencari solusi menekan angka perceraian yang ternyata didominasi kalangan buruh migran.

Sunarto, ketua DPRD Ponorogo menjelaskan pihaknya memanggil ketua pengadilan agama, camat dan kalangan kepala desa untuk membahas permasalahan tersebut, pasalnya kasus perceraian yang terjadi sempat membuat warga resah.

Read More

Dari 2000 lebih kasus yang masuk di pengadilan agama selama tahun 2019 lalu, paling banyak merupakan kasus cerai gugat, di mana pihak wanita yang mengajukan.

Setelah ditelusuri, rata-rata yang mengajukan gugatan, bekerja diluar negeri.

Diakui, jika keberadaan mereka diluar negeri juga berdampak positif bagi perekonomian di Ponorogo karena untuk remiten saja mencapai Rp. 1,7 trilyun setiap tahunnya.

Tapi lanjut Sunarto, juga perlu dipikirkan dampak negatif, karena tingginya kasus perceraian juga berimbas pada generasi muda.

Pihaknya mulai memikirkan bagaimana membuat regulasi tapi tidak bertentangan dengan aturan diatasnya maupun hak asasi manusia-HAM.

Dulu wakil rakyat pernah membuat Raperda perlindungan TKI namun gagal diterapkan menjadi Perda karena UU diatasnya saat itu juga belum siap.

Related posts



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *