Ibunya Hilang Tak Ada Kabar di Taiwan, Anaknya yang ada di Malang Minta Dicabut Nyawanya Saja

  • Whatsapp

Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Malang, Jawa Timur berinisial SA yang bekerja sebagai perawat pasien di Taiwan dikabarkan hilang kontak setelah minta kiriman uang dari suaminya di Indonesia, dan menyebabkan anaknya selalu menanyakan ibunya.

Kabar tersebut disampaikan oleh suaminya SA yang bernama Roziqin kepada koresponden LiputanBMI pada Kamis, 20 Februari 2020.

Read More

Menurutnya, SA yang bekerja sebagai perawat pasien di Tamshue, New Taipei City, di awal kontrak kerja hubungan mereka baik-baik saja, SA tidak menunjukkan tanda-tanda akan menghianati apalagi melupakan kedua buah hatinya.

“Alasannya macam-macam pokoknya, WhatsApp saya dan anaknya diblokir semua, sampai facebook juga diblokir oleh istri saya, “ jelas Roziqin melalui pesan messanger.

Lebih lanjut Roziqin mengatakan, ketika ia sedang bekerja di Surabaya menerima kiriman inbox dari anaknya yang besar, hatinya terasa teriris saat membaca isi dari inbox tersebut.

“Ayah sampek kapan ibu ngono tok yah, ibu saiki kok tego nang aku ambek nang adek yah, salahku opo yah, kok sampek ibu koyok ngono nang aku ambek nang adik, aku gak uwon opo2 nang ibu yah, aku mek pingin kumpul koyok bien yah ibu janji-janji tok jare kate pulang bulan sepuluh yah tapi gak pulang2 yah. Tolong bilang nang ibu yah tolong pundut nyowoku ambek adek ben lego ibu. ibu pinjem2 duwek gae ngirimi h**ra yah.” (Ayah, sampai kapan ibu seperti itu. Ibu sekarang tega sama saya dan adik. Salahku apa yah kok ibu bisa seperti itu. Saya nggak minta apa-apa ke ibu, saya hanya ingin kita berkumpul seperti dulu, yah. Ibu janji katanya bulan Oktober pulang, tapi tidak pulang-pulang. Tolong bilang ke ibu, ambil saja nyawaku dan adik biar ibu lega. Ibu pinjam uang buat dikirim ke H***ra, yah.)

Sejak awal September 2019, Roziqin sudah mengupayakan berbagai cara untuk mencari informasi mulai memposting di faceebook PMI Taiwan untuk bisa menemukan istrinya, akan tetapi hingga saat ini belum menemukan titik terang dan mendapatkan kabar istrinya.

Roziqin tidak menuntut apapun dari SA jika memang ia mau menceraikannya, namun berharap SA mau menghubungi anaknya.

“Sekiranya ia bisa pulang, kasihan anaknya sampek sakit mikirin ibunya.. Kalau nggak mau sama saya gak masalah, tetapi sang anak sangat mengharapkan ibunya.” ungkap Roziqin.

“Kabar terakhir yang saya terima melalui temannya, ia akan menikah lagi di Taiwan. Antara percaya dan tidak akan tetapi istri saya sudah mengirimkan surat gugatan cerai ke saya,” pungkasnya.

liputanbmi

Related posts



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *