1,5 Bulan Bekerja di Hongkong dan Dipulangkan, TKW ini Diisolasi Di RSUD Sidoarjo Terkait Virus Corona, ia Sempat Transit di Singapura Saat Perjalanan Pulang

  • Whatsapp

Budi Hidayat Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas 1 Surabaya mengklaim perempuan berinisial M TKI asal Hong Kong lolos dari deteksi body thermal scanner di Bandara Juanda karena suhu tubuhnya di bawah 38 derajat Celcius.

“Suhunya waktu di Bandara tidak terdeteksi. Pas dia pulang sampai di kantor PJTKI Pasuruan baru mengeluh demam, lalu diperiksa oleh perawat klinik PJTKI Pasuruan,” ujarnya kepada suarasurabaya.net, Senin malam (27/1/2020).

Bacaan Lainnya

=== Banner iklan disini

Menurutnya, suhu tubuh M mencapai 38 derajat celcius setelah diperiksa oleh perawat di Klinik PJTKI Pasuruan. Lalu, oleh PJTKI dibawa ke IGD RSUD Sidoarjo.

“Setelah diperiksa perawat PJTKI Pasuruan, suhunya 38 derajat celcius. Lalu, sama perusahaan dibawa ke IGD Sidoarjo. Setelah diperiksa suhunya 37,6 derajat. Jadi suhu di IGD dan suhu di Bandara sama yakni di bawah 38, makanya tidak terdeteksi,” ujar Budi.

Budi mengatakan, setelah suhu diketahui 37,6 dan hasil pemeriksaan memang ada batuk tapi tidak ada sesak.

“Setelah di rontgen tidak mengarah ke pneumonia novel coronavirus. Kesimpulannya mungkin kecapaian, karena dari hlHongkong jam 7 malam, sampai Singapura jam 11 malam, lalu dia masih nunggu sampai jam 7 pagi terbang lagi ke Surabaya dan sampai jam 9 pagi tadi,” katanya.

Budi juga beranggapan, hasil pengukuran suhu tubuh yang dilakukan Klinik di PJTKI Pasuruan tidak valid. Lalu, terjadi kepanikan.

“Di Pasuruan 38 derajat Celcius, karena sedikit panik maka dibawa ke IGD. Yang diperiksa di Pasuruan tidak valid menurut saya. Kalau di KKP lebih dari 38 tentu terdeteksi, karena kan dijaga oleh petugas,” katanya.



Pos terkait